Entri Populer

Mengenai Saya

Foto saya
Blog ini saya beri nama INSPIRASI PEREMPUAN. Mengulik tentang semua hal yang berhubungan dengan perempuan.Berbicara seputar Bahasa dan Sastra Indonesia, Pendidikan, dan lain-lain.Ini adalah blog pertama yang saya buat. Walau sederhana semoga dapat memberikan pencerahan dan manfaat bagi semuanya. Salam Persaudaraan ^_^

Selasa, 16 Agustus 2011

Kata- Kata Baku Bahasa Indonesia

Di bawah ini, saya mencoba menuliskan kata-kata yang baku dalam bahasa Indonesia. Yang mungkin kerap kali kita ucapkan, yuk simak!

Baku                       Tidak Baku
Azan                         Adzan
Magrib                      Maghrib
Asar                          Ashar
Zuhur                        Dzuhur
Foto                           Photo
Maaf                          Ma'af/Maap
Isya                            Isya'
Izin                             Ijin
Ambrol                       Amberol
Ambruk                      Amberuk
Sahdu                         Syahdu
Sah                             Syah
Saf                              Sab/Syaf
Zuhud                         Zuhut

Daftar Pustaka
Kamus Besar Bahasa Indonesia/ Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa, ed. 3.- Jakarta: Balai Pustaka, 2002.

Jumat, 05 Agustus 2011

Bukan CLBK (CintaLamaBersemiKembali)

Akhir-akhir ini Anda sering menghadiri acara reuni bersama teman-teman lawas? HAti-hati dengan fenomena cinta lama bersemi kembali atau CLBK. Bukan cintanya yang berbahaya, tapi kebencian yang menyertai munculnya kembali cinta itu yang berujung maut. Kalimat-kalimat itu tertulis sebelum sebuah kisah dituliskan tentang Cinta Lama Bersemi Kembali. Ini adalah kisah nyata...
Singkat kisah sang pria dan sang wanita yang beberapa tahun lalu masih muda dan mengikat tali cinta saat duduk di bangku sekolah. Cinta mereka adalah cinta pertama, yang sungguh (dikisahkan)begitu menggebu dan berjanji setia untuk selalu bersama.Namun kenyataan berkendak lain, lulus sekolah sang pria memutuskan kuliah di luar kota. Tak bisa mentoleransi cinta jarak jauh, keduamya memutuskan berhenti berpacaran begitu saja. Masih sama-sama muda(waktu itu) dua-duanya sama-sama tidak mau kalah. Meski seusai menyelesaikan kuliah, saat sang pria kembali ke kampung halamannya di Boston dan bersua kembali dengan sang wanita, hubungan cinta mereka nyambung kembali. Sang wanita yang tak ingin kehilangan kekasih untuk kedua kalinya, langsung meminta agar sang pria melamarnya. Sang wanita sesungguhnya memang ingin nikah muda, tetapi sang pria belum siap.  Lagi, mereka berpisah. Kali ini lebih serius.Lebih lama. Bertahun-tahun mereka tak tukar berita. Sang wanita akhirnya memutuskan menikah dengan lelaki lain yang sebenarnya tak dicintainya. Dan tak pernah ia cintai. Tujuh tahun menikah sang wanita yang menikah dengan pria yang tak pernah ia cintai dianugrahi tiga orang anak.
Tahun 2005, ketiika ia berusia 36 tahun berjumpa lagi dengan pria cinta lamanya itu. Saat itu usia sang pria berusia 39 tahun. Ternyata keduanya "lengket"kembali. Bisa dibayangkan bukan apa yang selanjutnya terja-
di? Yap! Hal-hal gila yang dulu terjadi, muncul lagi. Mereka berjanji tidak ingin terpisah lagi! Kali ini bertekad saling melindungi apapun yang terjadi, dan mencoba memulai lagi apa yang pernah mereka tinggalkan dulu. ..
Kebetulan, saat itu rumah tangga sang wanita (Stacey) dan Jim tengah berada diujung tanduk. Stacey menggugat cerai dan mereka tengah mengurus perceraian di pengadilan. Hal ini membuat sang wanita kian leluasa berhubungan dengan sang lelaki cinta lamanya(Ed). Cinta lama yang terkubur bertahun-tahun betul-betul bangkit kembali. Setidaknya sampai 13 JAnuari 2006, saat Edditemulkan tewas secara mengenaskan di mobilnya! Dan tentu pihak kepolisian mencari saiapa yang telah membunuh Ed.
Diawal penyelidikan, dari sekian fakta yang terangkum yaitu berhubungan dengan cinta segitiga...
Sampai disitu saya stop membaca cerita itu. Hmmm., MasyaAllah, cinta itu buta. Cinta itu menulikan telingan.Mematikan mkata hati dan akal sehat. Sungguh, memang setiap manusia (pasti) memiliki masa lalu. Baik atau buruk. Hitam atau putih. Namun, orang-orang yang beruntung adalah orang yang setelah melakukan kesalahan lalu ia bertaubat tidak melakukan kesalahan (yang sama) dikemudian hari. Bukankah Allah SWT., Tuhan Yang MAha Esa MAha Pemaaf atas segala kesalahan hamba-Nya? Ibarat kita mengendarai motor atau mobil sesekali kita perlu melihat kaca sepion bukan? Tentu agar kita mengetahui ada apa di belakang kita. Begitupula kita, tentu punya masa lalu. Namun ingat, masa lalu tak akan kembali, karena waktu terus berputar. Maju. Bukan mundur. Waktu adalah kehidupan, bila tak bisa memanfaatkan waktu maka kita bisa tergilas...Sungguh Allah SWT telah menciptakan manusia dengan sempurna dibandingkan dengan makhluk lainnya. Dikaruniai akal, jasad, dan hati. Akal untuk berfikir. Memikirkan ciptaan Allah, memikirkan kebesaran-Nya. Jasad yang begitu sempurna. Cantik. Tampan. Indah. Dan hati untuk merasai. Berdzikir pada Sang Maha Pencipta. Bukan malah sebaliknya. Menjadi sombong, ingkar, memperturutkan hawa nafsu, cenderung mengikuti langkah-langkah syaitan. Tentu bila kita seorang yang mau memahami tujuan Allah SWT., Tuhan Yang Maha Hebat yang telah menciptakan manusia adalah untuk beribadah pada-Nya. Mempunyai tugas sebagai wakil Allah di muka bumi, menjadi pemimpin yang memakmurkan bumi, bukan sebaliknya...
Jadi rasa cinta haruslah dipupuk dengan keimanan. Bukan mengikuti hawa nafsu. Bukan mengikuti langkah-langkah syaithan. Rasa cinta adalah fitrah manusia. Cinta kepada lawan jenis, cinta harta, anak keturunan, dan kekuasaan. Namun cinta tertinggi hanya pada Allah SWT.,dan Rasul-Nya. Tentu bila kita seorang muslim yang mau mempelajari ajaran-ajaran-Nya hal seperti ini akan didengarkan, difahami, dan diikuti, ditaati. Hubungan "rasa pink" yang ada di hati di dalam Islam tentulah ada tuntunannya. Nikah. Yap! Namun pacaran, not! Lelaki dan perempuan memang diciptakan Allah sebagai pasangan, agar satu sama lain merasa tentram.Saling menyayangi, saling melengkapi. Sebagaimana Allah ciptakan malam dan siang. Malam untuk kita beristirahat, siang waktu kita bekerja, berusaha. So, bila ada cerita lama dalam hidup kita yang berkaitan dengan hati, perasaan. Lalu kita dipertemukan kembali dalam waktu yang berbeda dan keadaan yang tak sama cukup kenangan itu kita buka bila ingin mengintropeksi diri saja, bukan dijadikan tujuan akhir dalam kehidupan kita. Waktu bagaikan pedang, sobat. Jangan sampai tertebas leher sendiri. Syukuri nikmat yang Allah berikan kepada diri kita. Mempunyai keluarga yang utuh, bahagia, sehat, dan penuh dengan cinta sekarang dan masa yang akan datang. Karena boleh jadi apa yang menurut kita baik, belum tentu baik menurut Allah SWT. Bersyukur, bersyukur, bersyukur, maka nikmat Allah SWT akan bertambah, amiiin. Jadi bila reuni-an terus bertemu "teman lama" cukup sudah! ^_^ Tatap masa depan bersama pasangan yang diberikan-Nya kepada kita. Karena Allah Maha Tahu Yang Terbaik untuk kita. Jangan membuka pintu-pintu setan dengan ucapan-ucapan: Seandainya....karena itu akan membuka pintu-pintu setan. Ingatlah bahwa setan musuh manusia yang paling nyata. Semoga tulisan hari ini bermanfaat untuk saling mengingatkan.

Jakarta, 6 Juli 2011

Jumat, 29 Juli 2011

Nasehat yang Diam(Mengenang Kebaikan)

Tak bersuara engkau
Kukira tak akan datang
Diam saja, entah kapan...
Aku pun tenang saja

Diam..., diam
Ternyata sudah tak ada nafas di raga
Innalillahi...
Air mata,mata air mengalir

Kematian datang menghampiri
Menghampiri dengan diam tanpa ada pengumuman
Menyambutnya dengan penuh kesiapan
Sungguhlah lebih menjaga

Keselamatan dunia akhirat
Munajat hamba disetiap waktu
Nasehat yang diam
Semoga kebaikan yang tertulis dibanyak catatan amal

Layaknya bertemu kekasih haruslah wangi semerbak
Menyambut nasehat yang diam namun pasti
Adalah keharusan
Kematian

Rabu, 20 Juli 2011

cerpen 1

Shalat Yuk Mi
 Kemarin baru saja buku laporan Mimi sudah diambil bunda. Hasilnya lumayan bagus. Dan Mimi naik ke kelas TK B.Bagus. Pagi ini awal hari libur. “Bangun Mi, shalat Mi….” Bunda menepuk-nepuk kaki Mimi pelan. “Ahh Bunda, Mimi masih ngantuk….” Ujar Mimi sambil memeluk. Mimi mimi. Mama pergi ke belakang mengambil air rupanya. Mama menciprati  wajah Mimi dengan air!! Akhirnya Mimi bangun juga. Waktu menunjukn pukul 05.30wib. Mimi langsung ke kamar mandi. Cuci muka, sikat gigi, dan berwudhu. Kemudian Mimi shalat subuh. “AllahuAkbar…”
Mimi nama panggilannya. Nama pemberian dari kedua orang tuanya adalah Hilmi Muhammad Al Fatih.  Mimi lahir lima tahun yang lalu. Hobinya makan dan main gangsing.  Dan satu hal lagi yang unik dari Mimi , ia paling susah diajak untuk shalat. Ada saja alasannya, cape, malas, nanti saja dan lain-lain. Bunda Mimi selalu membiasakan anak-anaknya untuk shalat, walau masih kecil sekalipun. Mimi adalah anak kedua. Kakaknya bernama Hidayat. Itulah sekilas tentang Mimi.
“Bun…, lapar…, Bunda masak apa?” Bunda bikin nasi goreng,mau?” Tanya bunda. “Mau dong, Bun.” “Allahumma barriklana lanaa fimaa razaqtanaa waqinaa ‘adzaabannaar.” Dengan lahap Mimi menyantap nasi goreng buatan bunda, lezatt. Bersih. Tak tersisa sebutir nasi pun di piringnya. Cocok, Mimi khan hobi makan.
Malam harinya. Selesai shalat Isya, bunda, ayah, Mimi, dan kakaknya berkumpul di ruang tengah, sambil menikmati acara di televisi. “Besok kita mau ke mana nih?”Tanya ayah membuka percakapan. “Yayat mau nginep di rumah nenek, Yah. Di sana khan ada mas Idang, mas Dafa, Acha, Rafi, dan mas Ipan.”Sahut Hidayat, kakak Mimi. Ayah mengangguk. “Mimi juga Yah…”Timpal Mimi. “Baik, besok kalian boleh menginap di rumah nenek. Liburan di sana selama sepekan, ya.” “Asyikkkk…..terima kasih Yah, Bun.”  Mimi dan Hidayat berlari ke kamar.”Eeeettt tunggu dulu. Ini Bunda ada buku cerita, baru Bunda beli tadi pagi, selagi pergi ke sekolah Mimi.”Ibu berkata sambil mengajak Mimi dan Hidayat duduk di sofa.  Mimi dan Hidayat menuruti permintaan bunda. Mereka duduk bersama. “Buku cerita ini adalah buku bacaan bunda dan ayah juga. Coba kita lihat sama-sama ya…, kakak Yayat coba baca judulnya…”Pinta bunda. “Indahnya Surga Pahitnya Siksa Neraka.” Dari judul bukunya dan ilustrasi gambarnya yang dasyat. Membuat Mimi dan Hidayat ngeri. Bunda dan ayah juga.
Bermula ada tukang mainan anak dan ada beberapa buku ini juga. “Ini buku waktu saya kecil nih, masih ada aja,”Ujar Bunda waktu itu. “Ini bagus bu, buat “nakut-nakutin anak”. Kata abang penjualnya. Bunda jadi teringat Mimi. Bismillah.., bunda beli aja Yah. Mudah-mudahan ini bisa menggerakkan Mimi untuk mulai belajar shalat.” Cerita bunda kepada ayah. Luruskan niat, bukan mau menakut-nakuti anak semata….
Dikisahkan dalam buku cerita bergambar itu, dua orang anak manusia yang masih kecil dengan latar kehidupan yang berbeda. Karma, ia seorang anak yang secara ekonomi sangat berkecukupan. Ibu dan bapaknya sibuk bekerja di kantor. Dari pagi hingga larut malam. Karma diasuh oleh pembantu rumah tangga.  Karma banyak menghabiskan waktunya dengan bermain dan menonton televisi. Dan seorang lagi yang bernama Amir hidup dengan sederhana, namun ia memiliki orang tua yang selalu memberikan kasih sayang, perhatian, dan pendampingan yang baik. Ia tumbuh menjadi anak yang baik, suka belajar, dan rajin pergi mengaji. Ia pun belajar dengan giat dan menjadi murid yang berprestasi. Sedang Karma sebaliknya. Ia tumbuh menjadi anak yang manja, tidak suka belajar, dan suka bolos sekolah. Dua karakter manusia ini, ternyata sungguh membekas di hati Mimi dan Hidayat. “Nah, kamu mau seperti siapa Amir atau Karma?”Tanya bunda disela-sela bercerita.”Amir Bun…”Jawab mereka kompak. “Baik, Bunda lanjutkan lagi ya….”
Karma lulus Sekolah Menengah Atas dengan nilai yang pas-pasan. Sedang Amir lulus dengan nilai yang bagus.” “Bisa ditebak bukan bagaimana kisah selanjutnya?”   “Ayooo Bun lanjutin saja ceritanya. Kami mau tahu samapai habis.”Ujar Hidayat penasaran. Mimi mengangguk setuju.
Karma hidup dengan harta berlimpah, kuliah di luar negeri. Dan bekerja di perusahaan papanya, langsung sebagai direktur utama. Menggantikan ayahnya yang sudah tua. Sedang Hasyim melanjutkan ke perguruan tinggi dengan biaya yang sudah ia dan ayah ibunya kumpulkan bertahun-tahun. Namun karena keuletan dan kesabarannya, Amir lulus dengan nilai yang baik dan berprofesi sebagai dokter ahli syaraf. Hidupnya dekat pada agama. Berusaha keras senantiasa berpegang pada Al Quran dan sunah Rasul  sebagai pedoman hidup dan kehidupannya. Ketika orangtuanya mendekati ajal, Hasyim dan keluarganya tawakal mendampingi dan mengiringinya dengan doa.  Bersedekah, beramal, dan memberikan ilmunya untuk orang-orang yang membutuhkan bantuannya, sebagai dokter spesialis syaraf. Sedang Karma seorang anak yang suka berfoya-foya, bergaul di dalam lingkungan yang buruk. Dan ketika orangtuanya sakaratul maut ia pun tidak mendampingi orangtuanya seperti Amir….
Dan akhirnya Karma meninggal dunia, karena terkena penyakit yang sangat berbahaya, yang belum bisa disembuhkan.
Digambarkan keadaan surga yang begitu indah. Kulihat mata Mimi berbinar-binar. Ketika di lembar yang berkisah tentang neraka terlihat kengerian yang sangat di wajah Mimi dan Hidayat.”Di surga ada berbagai macam kesenangan kenikmatan.Keindahan dan kedamaian yang tiada bandingannya dengan yang ada di dunia ini. Tak tergambarkan oleh angan-angan manusia.”Jelas bunda. “Nah, ini adalah gambaran tentang neraka. Di sinilah berlakunya hukum pengadilan Allah bagi orang-orang yang berdosa dan pendurhaka pada Allah Swt. Timpal ayah kemudian.
Dibuka lembar demi lembar. Semakin banyak contoh-contohnya. Bunda membacakan dengan serius dibantu dengan ayah. Mimi dan Hidayat melihat dan mendengarkan dengan seksama.
“Bun, ada yang disiram dengan timah panas.” Ini hukuman bagi orang yang menigabaikan perintah agama ya, Bun. Ini ada tulisannya Bun.”Ujar Hidayat lagi. Lembar demi lembar, akhirnya selesai sudah. Habis dibaca.”Nah, sekarang kalian tidur ya.” “Bun, Mimi mau shalat isya dulu ya…”Kata Mimi bersemangat. “Iya, biar ngga masuk neraka,”Kata Hidayat. Ayah, bunda, Hidayat tidur setelah shalat Isya. Begitupun dengan Mimi. Kini Mimi lebih mudah diajak untuk shalat.

                                                                                                                                                Jakarta, 1 Juli 20011
Lian Kn.

Kamis, 07 Juli 2011


Kepada-Nya


Bila cinta pada makhluk kadang tak terbalas,

Perhatian pun kadang tak dapat.

Cuma kekecewaan yang nyata.

Mengapa engkau tak mencintai  yang mencintai-Mu.

Menyayangi yang menyayangimu.

Karena cinta dan sayang hanya milik -Nya.

Kepada-Nya tak kan pernah kecewa.           

((Jumat, 2620)


"KUTIPAN DASYAT "

Menunda sesuatu yang mudah akan menjadikannya sulit dan menunda sesuatu yang sulit akan menjadikannya tidak mungkin dilakukan". (Roberts, 2004:7)

Selasa, 05 Juli 2011

Sampai Mati

Syukur, sabar
mudah diucapkan
namun tak mudah diterapkan
duhai... dunia,
kau begitu indah
warnamu sungguh menggodaku meraihmu
pundi-pundi yang kau tawarkan
sering membuat insan
mencari celah tuk menghalalkan yang abu-abu
abu-abumu begitu menggoda hati
halal, haram, abu-abu...
sulit
perut melilit
tak ada nasi apalagi kawannya
abu-abu ..., membuatku tergoda
kuambil kau akhirnya

Atap yang masih berpindah-pindah
memuat insan berhasrat memiliki atap yang tak berpindah
pundi-pundi pun menjadi tujuan agar atap bisa dibeli
apalagi yang kurang
tak apalah, abu-abu bisa juga dihalalkan
sabar sungguh mudah diucapkan, namun sulit amat diamalkan

Teringat munajat sehabis shalat
mohon keluasan rezki, mohon kebahagiaan dunia dan akhirat
selepas sujud
lupa doa-doaku
bisikan sandang pangan dan papan yang belum terpenuhi
duhai dunia
insan yang berlomba
jangan sampai membutakan mata dan hatiku

Syukur..., sabar
dapat ditegakan
jangan menyerah, tak usah risau
bila hati tergelitik rasa dengki
ingatlah Sang Pencipta
ahhhh, kau dunia
cukup di tanganku dan bukan di dalam hati
ambil dunia tapi jangan lupa akhiratmu
kembali, kembali....
sampai mati